ANTARA ISTERI YANG PASRAH DAN ISTERI YANG OVER LEBAY, KEDUANYA BUKAN PILIHANKU

Pernah denger ada yg bilang gini ;
Ah, kalau suami saya sih menerima apa adanya diri saya, biar saya gendut engga masalah. Enggq perlu make up tebal dan dandan menor. Cukup saya apa adanya, yang penting sehat dan cukup polesan yang natural2 aja.. Suami saya engga banyak menuntut saya harus gini dan harus gitu.. bla.. bla.. bla…. bla.. bla.. bla.. 

Sekarang giliran saya yang mau tanya ;
Siapa sih yang bilang gara-gara bobot tubuh kita bertambah, gara-gara engga doyan make up, gara-gara hobinya cuma bisa dasteran, gara-gara penampilan ngga up to date, trus cinta suami perlahan-lahan luntur gitu ???!!

Bahwa cinta tidak memandang kesempurnaan fisik semata,
itu betul adanya.
Tetapi ingat, suami juga manusia yg di karuniakan pandangan, perasaan, pikiran, keinginan, harapan & impian lho.
Wajar dan manusiawi jika sebagian besar mereka masih mengharapkan pandangan yang selalu indah, hadir di hadapan mata mereka, setiap hari, setiap menit dan disetiap detik.
Tentunya pandangan dari isteri soleha yang selalu menghiasi dirinya dengan pakaian yang baik, wewangian, tutur bahasa yang lembut, sikap yang bersahaja melayani.

Anehnya, beberapa dari kita (kaum isteri) sering kali bersolek habis-habisan justru disaat kita berada di tengah keramaian.
Ketika hampir setiap mata, setiap jiwa dan setiap naluri bebas membidik tajam ke arah kita.

Singkatnya menurut saya ;
Apa adanya terhadap penampilan diri dan pasrah terhadap penilaian suami, ATAU, tampil sempurna dari ujung rambut sampai jempol kaki, dan sukses mengumpulkan banyak puja puji nyanyian pulau kelapa, bagi saya keduanya bukan pilihan.

DO THE GREATEST LOVE OF ALL. BELAJAR MENCINTAI DIRI SENDIRI. BELAJAR MENGHARGAI TUBUH. AKHIRNYA KITA AKAN MERASA WE DESERVE BETTER. WE DESERVE TO BE  WITH SOMEONE WHO WE LOVE WHO ALSO FEEL THE SAME WAY…

THERE IS NOTHING BETTER, TO FALL IN ♡ WITH SOMEONE WHO ALSO FALL IN LOVE WITH U.

Pe’eR nya adalah bagaimana upaya kita, agar setiap hari kita selalu merasa layak untuk di cintai dan untuk mencintai.
Berproseslah dengan baik, untuk tujuan yang baik.
Ketika cantik itu hati, maka setialah.
Ketika cantik itu jiwa, maka berbahagialah.
Ketika cantik itu iman, maka genggam dan luruskanlah.
Ketika cantik itu fisik, maka jagalah dan cintailah.

image

Posted from WordPress for Android

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s